POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Pagi di Kelurahan Muaradua Barat, Jumat, 10 April 2026, tak seperti biasanya. Sejumlah polisi berseragam terlihat berkumpul di Simpang Pindang Pegagan. Bukan untuk operasi keamanan, melainkan memulai kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Dari titik itu, mereka menyebar ke beberapa ruas, termasuk sepanjang Jalan Kerinci hingga depan Masjid Anshorullah. Parit, selokan, dan gorong-gorong menjadi sasaran utama. Lumpur diangkat, sampah dikumpulkan, dan aliran air yang tersumbat dibuka kembali.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dalam Program BELIDA Polda Sumatera Selatan. Polres Prabumulih mengerahkan personelnya, berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Kasat Binmas Polres Prabumulih, AKP Sardinata, yang memimpin kegiatan di lapangan, mengatakan kerja bakti semacam ini bukan sekadar rutinitas. Ada pesan yang ingin dibangun: kehadiran aparat tidak hanya dalam urusan keamanan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari warga.
Di lokasi kegiatan, sejumlah pejabat daerah turut hadir. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih, camat, hingga lurah setempat ikut bergabung. Mereka tak sekadar menyaksikan, tetapi juga turun langsung dalam kegiatan.
Fokus utama pembersihan adalah saluran air. Dalam beberapa titik, parit terlihat tertutup sampah dan sedimentasi. Kondisi ini kerap menjadi pemicu genangan hingga banjir saat hujan deras turun.
Melalui kegiatan ini, Polres Prabumulih mencoba menggabungkan dua pendekatan: aksi nyata di lapangan dan upaya membangun kesadaran kolektif. Lingkungan bersih, pada akhirnya, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas, yang mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan tertata. Dalam praktiknya, kegiatan sederhana seperti membersihkan parit justru menjadi titik awal.
Menjelang siang, aktivitas berangsur selesai. Sampah telah dikumpulkan, aliran air kembali terbuka. Di balik kegiatan yang tampak sederhana itu, tersimpan upaya membangun kebiasaan—bahwa menjaga lingkungan adalah kerja bersama.
