• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Kriminal

    Joint Operation Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut

    23 Oktober 2026, Oktober 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-23T12:48:40Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | MEDAN -  Sinergi baja lintas instansi dalam sebuah operasi gabungan (joint operation) berskala besar berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika internasional. Petugas mengamankan 1,16 ton (1.160 kilogram) ketamin hidroklorida (HCl) di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa aparat penegak hukum tidak akan memberi celah sedikit pun bagi jaringan mafia narkotika lintas negara yang mencoba mengoyak kedaulatan Indonesia.


    Operasi senyap dan mematikan ini merupakan kolaborasi taktis antara Polda Sumatera Utara, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta unsur kepolisian perairan.


    Drama penggagalan ini bermula dari kejelian intelijen yang memantau pergerakan kapal mencurigakan di Selat Malaka dan Laut Andaman. Kewaspadaan petugas memuncak saat kapal tanker MT Global 168 sengaja mematikan sinyal Automatic Identification System (AIS) untuk mengelabui radar.


    Tak butuh waktu lama, petugas gabungan langsung melakukan penyergapan di tengah laut. Hasilnya, ribuan kilogram ketamin ditemukan tersembunyi di dalam kapal tersebut. Pada 21 Oktober 2026, kapal tanker maut ini langsung diseret ke Belawan untuk pengusutan tuntas secara hukum.


    Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumut, Gubernur Sumatera Utara, dan Kapolrestabes Medan yang telah berjuang habis-habisan di garda depan. Menanggapi data BPS yang menempatkan Sumatera Utara di peringkat teratas peredaran narkoba, Kapolri justru membakar semangat jajarannya untuk membalikkan keadaan.


    “Kalau dilihat dari data preferensi BPS, memang Sumatera Utara ini nomor satu dalam peredaran narkoba. Tapi jangan kecil hati! Walaupun nomor satu, pengungkapannya juga paling banyak,” tegas Kapolri dengan penuh optimisme.


    Kapolri memerintahkan agar momentum ini dijadikan cambuk untuk memperkuat pertahanan dari hulu ke hilir. Pencegahan agresif dan penindakan tanpa kompromi di jalur laut harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan.



    Dengan nada tegas, Kapolri menyatakan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar urusan statistik keberhasilan di atas kertas, melainkan sebuah misi penyelamatan kemanusiaan.


    “Barang bukti yang disita hari ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan potensi penyelamatan jutaan jiwa generasi muda bangsa!” cetus Jenderal Suyudi Ario Seto.


    Pengungkapan raksasa 1,16 ton ketamin ini mengirimkan pesan peringatan keras kepada jaringan narkoba dunia: Sumatera Utara bukan tempat yang aman untuk berbisnis racun. Siapa pun yang nekat menyelundup lewat jalur laut, akan berakhir di balik jeruji besi.


    *Mula Pangaribuan

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama