POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Langit Kota Prabumulih tampak cerah siang itu. Matahari perlahan bergerak ke arah barat, menyisakan cahaya terik yang memantul di permukaan aspal. Sementara suara komando menggema di Lapangan Pemerintah Kota Prabumulih, Jumat (17/04/2026). Ratusan personel bergerak serempak dalam simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota). Formasi Dalmas rapat, negosiator bersiap, massa peraga bergerak dinamis—seolah situasi genting benar-benar terjadi.
Namun, di luar garis barikade, ada kerja lain yang tak kalah intens: merekam, merangkai, dan “menghidupkan” ulang adegan-adegan itu menjadi dokumen visual yang siap ditayangkan dan dikomsumsi oleh Publik. Tim Humas Polres Prabumulih berdiri di baliknya, saat itu.
Tim itu bukan hanya memegang kamera. Mereka juga sibuk memburu momen. Mengatur sudut pengambilan gambar. Mengira-ngira alur cerita yang kelak akan disaksikan publik dalam hitungan menit. Proses pembuatan video itu memang cukup rumit untuk ditayangkan dengan kualitas maksimal.
Belum peralatan mereka yang jauh dari kata mewah. Kamera lama, ponsel pribadi, tripod sederhana, hingga drone milik sendiri. Mikrofon terbatas. Editing pun dilakukan lewat aplikasi mobile. Dalam kondisi seperti itu, mereka dituntut menghasilkan tayangan yang informatif, edukatif, sekaligus menarik.
“Kadang rendering lama, aplikasi tiba-tiba berhenti, belum lagi revisi yang berulang,” ujar salah satu anggota tim disela-sela simulasi Sipam Kota kepada POSMETRO.ID menggambarkan proses yang tak selalu mulus.
Di tengah keterbatasan itu, ada nama Bripka Fedho Antinus sebagai motor penggerak tim. Berdasarkan catatan POSMETRO, sosok ini bukanlah lulusan sekolah perfilman. Tapi kemampuannya mendesign video diatas rata-rata. Lantas dari sekolah mana ia belajar? Ternyata Kemampuannya mendesain video dibangun dari rasa suka atau belajar otodidak, perlahan, namun konsisten. Dari tangan dingin Fedho, video demi video lahir dan membawa Seksi Humas Polres Prabumulih menorehkan prestasi di tingkat Polda Sumatera Selatan.
Empat bulan berturut-turut, pelaporan berita mereka (Polres Prabumulih) menjadi yang terbaik. Di forum nasional, ia juga mencatatkan diri sebagai juara dalam pengelolaan konten kehumasan Polri. Bahkan, dedikasinya berbuah hadiah umrah pada 2025.
Begitu, bagi Fedho, capaian itu bukan soal pengakuan. “Ini tanggung jawab,” katanya singkat.
Ia lebih sering berbicara tentang tim, tentang pentingnya komunikasi, berbagi tugas, dan saling membantu saat tekanan datang. Baginya, video yang baik bukan hanya soal gambar, tapi soal kekompakan di belakang layar.
Hasil kerja mereka tak sia-sia. Video simulasi Sispam Kota yang diunggah di media sosial itupun ditonton sekitar 20 ribu kali hanya dalam dua hari. Angka yang, bagi tim kecil dengan peralatan terbatas, terasa seperti validasi atas kerja senyap dibalik layar.
Di lapangan, simulasi telah usai. Personel kembali ke kesatuan masing-masing. Namun di ruang editing, pekerjaan belum selesai. Potongan demi potongan gambar masih disusun, disesuaikan lalu disempurnakan.
Sebab bagi mereka, tugas belum benar-benar berakhir sebelum cerita itu sampai ke masyarakat secara utuh, jelas, dan bermakna.
*Jun M

