• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Saat SMPN I Lahat Menanam Harapan di Halaman Sekolah

    17 April 2026, April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T09:58:49Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID, LAHAT - Pagi itu, halaman SMP Negeri 1 Lahat Selatan tak sekadar dipenuhi deretan siswa berseragam. Di bawah terik matahari yang mulai meninggi, mereka berkumpul mengelilingi lubang-lubang kecil yang telah disiapkan. Di tangan mereka, bibit pohon. Di wajah mereka, semangat yang tak biasa.


    Jumat, 17 April 2026, menjadi hari yang berbeda. Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Wakil Bupati Widia Ningsih meluncurkan “Gerakan Sekolah Asri”, sebuah inisiatif yang ingin menanam lebih dari sekadar pohon—tetapi juga kesadaran.


    Satu per satu bibit dimasukkan ke dalam tanah. Tangan-tangan kecil itu menimbun kembali tanah dengan hati-hati, seolah tahu bahwa yang mereka rawat bukan hanya tanaman, melainkan masa depan.


    “Menanam pohon hari ini adalah investasi untuk masa depan,” kata Widia Ningsih, berdiri di tengah siswa dan guru yang mengelilinginya. Kalimat itu sederhana, namun terasa dalam di tengah ancaman kerusakan lingkungan yang kian nyata.


    Bagi pemerintah daerah, gerakan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Lahat, Eddy Adwar, menyebut kegiatan ini sebagai upaya membangun kebiasaan baru di sekolah.


    Dengan mengusung tema “Tanam Pohon untuk Hari Esok yang Lebih Baik”, program ini diarahkan untuk mengajak seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan—terlibat aktif menjaga lingkungan.


    Di tengah geliat pembangunan dan modernisasi, ruang-ruang hijau di lingkungan pendidikan kerap terpinggirkan. Padahal, di tempat inilah karakter generasi muda dibentuk.


    Kepala SMP Negeri 1 Lahat Selatan, Ridiansyah, memahami betul hal itu. Baginya, sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan nilai.


    “Sekolah harus menjadi tempat anak-anak belajar mencintai lingkungan,” ujarnya.


    Ia menatap deretan pohon yang baru saja ditanam, seolah melihat masa depan sekolahnya yang lebih rindang. Komitmen pun ditegaskan: tanaman itu tidak akan dibiarkan tumbuh sendiri.


    Para guru akan mengintegrasikan program peduli lingkungan dalam kegiatan belajar. Siswa akan diajak merawat, menyiram, dan menjaga pohon-pohon tersebut sebagai bagian dari keseharian mereka.


    Di sudut halaman, beberapa siswa terlihat masih sibuk merapikan tanah di sekitar bibit yang baru ditanam. Keringat mengalir, namun tak ada keluhan. Yang ada justru tawa dan kebersamaan.


    Gotong royong, nilai lama yang mulai tergerus, seolah hidup kembali di momen itu.


    Gerakan Sekolah Asri memang baru dimulai. Namun harapannya jauh ke depan—menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis.


    Jika pohon-pohon itu tumbuh besar, mereka akan memberi keteduhan. Tapi lebih dari itu, mereka akan menjadi saksi bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil—dari sebuah lubang di tanah, dan sepasang tangan yang mau menanam.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama